Sabtu, 28 Februari 2015

Hukum Undian Menurut Islam

I. Kaidah Dasar
Pertama : Kaidah yang tersebut dalam riwayat Imam Muslim dari Abi Hurairah radliyallahu ‘anhu :
“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam melarang dari jual beli (dengan cara) gharar”.
Gharar adalah apa yang belum diketahui diperoleh tidaknya atau apa yang tidak diketahui hakikat dan kadarnya.
Kedua : Kaidah syari’at yang terkandung dalam firman Allah ta’ala dalam surat Al Maidah ayat 90 dan 91:
QS Al maidah 90-91
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, maisir, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaithan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan perbuatan itu)” (QS. Al-Maidah : 90-91).
Dalam hadits Abi Hurairah radliyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Siapa yang berkata kepada temannya : Kemarilah, saya berqimar denganmu, maka hendaknya ia bershadaqah” (HR. Bukhari 5642). Yaitu hendaknya ia membayar kaffarah (denda) menebus dosa ucapannya (Lihat Syarah Shahih Muslim 11/107, Fathul-Baari 8/612, Nailul-Authar 8/258, dan Aunul-Ma’bud 9/54).
Maisir : setiap muamalah yang orang masuk ke dalamnya setelah mengeluarkan biaya dengan dua kemungkinan; dia mungkin rugi dan mungkin beruntung.
Qimar : menurut sebagian ulama’ adalah sama dengan maisir, dan menurut senagian ulama lain qimar hanya pada muamalat yang berbentuk perlombaan dan pertaruhan

(myquran.org “Hukum undian dalam Islam“)

II. Mari kita lihat penipuan terselubung yang telah mereka (Provider SMS dan Penyelanggara Acara) buat kepada kita
1. Bisnis SMS Premium.Ini bisnis yang sangat menguntungkan dan bisa berkedok mencari bibit artis. Katakanlah sekali kirim sms sebesar Rp 2000,- dengan jatah 60 % untuk provider dan 40 % untuk bandar. Jadi sebagai bandar ia mengantongi Rp 800,-. Jika ada sepuluh juta orang yang mengirim sms maka ia sudah mengantongi 8 milyar. Padahal bisa saja setiap orang mengirim sms berulang kali. Belum juga sms buat kontestan lainnya. Siapapun bisa jadi bandar, asal punya modal untuk menyewa server dan membuat program aplikasinya.

2. Judi terselubung.Selalu ada hadiah. Masyarakat selalu diminta mengirim berulang kali smsnya agar peserta pilihannya tidak tersisih dan kalau beruntung mendapat hadiah. Jika yang dipertaruhkan pulsa ( berarti uang ) untuk mendapatkan hadiah, maka ini bisa disebut judi.

3. Peserta atau orang tua yang tertipuSebagi contoh manajemen Indosiar mengikat kontrak eksklusif selama beberapa tahun tanpa ada jaminan hidup yang pasti. Mereka hanya dibayar kalau manggung, itupun kecil sekali dan tidak tentu jadwalnya. Dengan begitu banyaknya artis dalam manajemen mereka, jatah manggung tidak pernah merata. Selalu ada yang kelebihan job dan ada yang kekurangan job.

Sebagai contoh polling SMS, AFI 1. Berapakah jumlah vote yang masuk? Pada tanggal 28 Februari 2004, saat konser final, terkumpul vote sejumlah 2,5 juta hanya dalam waktu 3 jam dan semuanya berasal dari SMS berbayar. Dengan harga SMS premium sebesar Rp 2000,00/SMS sudah terkumpul dana Rp 5 miliar dimana 40% untuk penyelenggara program, selebihnya untuk SMS provider. Dengan melihat penerapan voting acara serupa di Indonesia, tidak heran beberapa teman menyatakan bahwa acara seperti AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, sejatinya bukan mencari pemenang terbaik. Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS premium.
Dengan dalih “demokrasi”, penonton yang menentukan pilihan, event-event seleb instan seperti Indonesian Idol, AFI, KDI dsb tidak lupa menyertakan partisipasi penonton dirumah. Tidak tanggung-tanggung, nasib para kontestan apakah melaju atau angkat koper diserahkan kepada mekanisme polling SMS (premium) dimana penonton boleh (dan dibujuk) mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya.

Kita tahu betul, sebenarnya kontes semacam ini adalah hasil import dari luar negeri, tetapi lagi lagi penyelenggara dan provider SMS sangat kreatif dalam mencari utung sebesar besarnya.
Pada acara American Idol voting kepada nomor tiap-tiap peserta baik yang melalui panggilan telepon atau SMS baru bisa dilakukan ketika acara telah berakhir dan hanya dibatasi selama 2 jam saja dan yang paling menarik adalah gratis, hal ini sangat kontras dengan apa yang terjadi dengan ajang-ajang serupa yang di negeri ini. Dimana seingat saya voting hanya dapat dilakukan melalui SMS dan dapat dilakukan kapan saja serta biaya yang dibebankan adalah biaya SMS premium.
(wedhouz.net “Pertaruhan bakat“)
Sepertinya tidak hanya orang dewasa saja yang sudah teracuni, dunia dan pemikiran anak anak pun sedikti demi sedikit sudah terjamah racun Idol ini.

Kita pasti tidak ingin membonsai anak-anak di mana mereka tidak boleh menjadi dewasa, tapi kita juga tidak ingin mengkarbit mereka menjadi lebih cepat matang dari usianya. Ada fase yang tidak mereka rasakan yaitu fase menjadi anak dengan jiwa yang tidak terbebani oleh rumitnya suasana hati orang dewasa. Hendaknya kita juga jangan menjadikan anak sebagai obsesi pribadi kita di mana anak harus populer dan menanggung beban popularitas, lalu di mana tanggung jawab orang tua mereka?
Banyak contoh kasus tragedi tragis dari Idola idola yang gagal. Diantara mereka harus terbelit utang ratusan juta, malu untuk pulang kampung bertemu keluarga dan saudara. Contoh kasus tragis bisa di baca disini:
1. Inilah hasil industri televisi, mencetak artis instan dengan terbelit utang
2. Ian Kasolo - Kisah Selebriti Gagal
3. Bisnis Mimpi Memberi Keuntungan Hingga 140 Milyar Buat TV Swasta. Para Finalis Kebanyakan Jatuh Miskin


Sebenernya sejak bulan mei 2006 MUI sendiri pernah mengeluarkan Fatwa bahwa SMS Berhadiah Haram. SMS berhadiah ini dianggap MUI mengandung maysir (judi), tabdzir (menghamburkan), gharar (sesuatu yang tak jelas), dharar (bahaya), ighra’ (angan-angan kosong), dan israf (pemborosan). Namun, selama hadiahnya tidak berasal dari SMS peserta atau hadiah berasal dari sponsor, maka diperbolehkan.
“SMS berhadiah itu ada unsur judinya, ada maysir, jadi ketika orang harus membayar dari harga pulsa kemudian kelebihannya itu dikumpulkan untuk memberi hadiah, pada si pemenang dan juga untuk keuntungan si pelaksana. Lalu juga dianggap gharar atau ketidakjelasan, artinya ada gambling. Kemudian ada tharar, ada bahaya. Ada ighra’ atau rangsangan sehingga orang maunya membayar terus, karena mau mencari hadiah yang besar. Di situ juga ada khimar, atau pertaruhan. Kemudian di situ juga ada tabdzir atau menghambur-hamburkan uang yang tidak jelas urusannya,” jelas Ma’ruf Amin, Ketua Komisi Fatwa MUI.

Tapi sayangnya fatwa dan upaya penertiban kuis SMS judi tesrebut selalu menemui hambatan karena MUI tidak memiliki kewenangan. Kita bisa lihat semakin lama acara acara seperti itu semakin marak dan ramai di beberapa stasiun Televisi kita..
Begitu parahkan moral bangsa kita? begitu burukkah negeri ini? begitu boborokkah akidah kita? sampe harus menggadaikan kebahagian surga hanya dengan ketenaran sesaat di dunia?
Hanya karena Iming iming hadiah dan iming iming ketenaran sesaat mereka lupa daratan.. segala bentuk materi di korbankan, keimanan di gadaikan bener bener keterlaluan. Dan parahnya pemerintah dan ulama sendiri tidak tegas.. bahkan sebagian dari mereka mungkin ada yg mendukung acara seperti ini. Lihatlah karena mementingkan kesukuan, para bupatu bahkan gubernur sampe rela meluangkan waktu dan memberikan dukungan penuh kepada wakil daerahnya (ironis memang).
"Informasi diatas sekedar sebuah ajakan untuk memeperbaiki ;)" 

Sumber : https://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2011/02/08/hukum-kuis-sms-berhadiah/

Selasa, 24 Februari 2015

Menghindari Pikun Dengan langkah ini

Menghindari Pikun Dengan langkah ini | Otak Kamu AKAN Sehat

Salah satu penyakit yang menghantui masa tua setiap orang adalah demensia atau pikun. Demensia merupakan penyakit yang menyerang sistem penyimpanan memori di otak yang. Akibatnya, seseorang menjadi lebih mudah lupa.

Walaupun begitu, pikun juga bisa dicegah dengan melakukan beberapa kebiasaan sehari-hari, seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber berikut hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terjadinya demensia di usia tua.


1. Perluas pergaulan
Penelitian yang dilakukan oleh Oxford University menunjukkan orang dengan teman yang lebih banyak mempunyai otak yang lebih besar dan lebih terhubung antara neuron. Sebaliknya, orang dengan pergaulan terbatas mempunyai jaringan hubungan otak yang kurang baik.

Hal tersebut dikarenakan ketika kita berinteraksi dengan orang lain, otak secara cepat mengirim pesan dan kesan sehingga orang-orang yang mempunyai pergaulan lebih luas dapat lebih cepat mengambil keputusan.

2. Jalani pola hidup sehat
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Eastern Finland mengatakan bahwa dengan mengonsumsi banyak buah, sayuran dan ikan dapat mengurangi risiko terkena demensia sebanyak 90%. Disebutkan pula penyebab terbesar seseorang menderita demensia atau pikun dikarenakan tingginya asupan lemak jenuh.

Para peneliti percaya bahwa sel glial atau sel otak yang memberikan nutrisi ke otak, dapat membantu menghilangkan toksin otak yang dapat menyokong penyakit Alzheimer. Dengan mengonsumsi makanan sehat dapat melindungi sel-sel penting otak tersebut dari kerusakan.

3. Melatih otak untuk 'berpikir'
Penelitian dari Colorado State University mengatakan bahwa jenis-jenis pekerjaan yang menantang dan membutuhkan proses berpikir kompleks dapat menajamkan kemampuan otak . Karena pekerjaan yang melibatkan banyak berpikir, analisis, kreativitas dan proses kompleks berpikir berhubungan dengan tingginya kemampuan fungsi kognitif seseorang.

Mind Research Network melakukan penelitian pada sejumlah orang. Orang-orang tersebut diminta untuk bermain tetris secara terus menerus. Hasil penelitian menyebutkan bahwa ketika masuk ke level yang lebih sulit, otak akan menambah jumlah glukosa sehingga menebalkan koneksi neuron-neuron yang ada. Sehingga hal tersebut dapat meningkatkan fungsi kognitif otak.

4. Rutin lakukan latihan fisik
Dalam studi Mayo Clinic Proceedings, diketahui bahwa latihan aerobik dapat membantu jantung untuk memompa lebih banyak darah sehingga mengurangi resiko demensia dan menghambat penurunan fungsi kognitif. Latihan fisik dapat menghasilkan faktor-faktor trofik yang meningkatkan fungsi otak serta memfasilitasi koneksi otak (neuroplaticity) seseorang.

Sehingga, latihan aerobik yang meliputi berjalan, olahraga dengan musik atau melakukan pekerjaan rumah dapat menurunkan resiko demensia sebanyak 50%. Juga, dengan melakukan gerak badan, Anda dapat mengurangi stress, meningkatkan suasana hati, menambah kemampuan mengingat serta meningkatkan energi. Jadi, melakukan latihan fisik membuat Anda mendapatkan manfaat kesehatan tubuh secara umum, termasuk meningkatkan kesehatan kognitif.


SUMBER : Menghindari Pikun Dengan 4 langkah ini (www.idcitizen.com)


Tanda Otak Kamu Masi Sehat (www.idcitizen.com)

Bagaimanakah keseimbangan tubuh Anda? Mampukah Anda berdiri dengan satu kaki selama 20 detik dengan mata tertutup? Jika mampu, berarti kesehatan tubuh terhitung baik.

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Stroke menemukan ketidakmampuan berdiri dengan satu kaki selama lebih dari 20 detik ada hubungannya dengan peningkatan risiko stroke "silent", perdarahan kecil di otak yang tak menimbulkan gejala tetapi meningkatkan risiko stroke sungguhan dan demensia.
"Kemampuan berdiri dengan satu kaki adalah alat uji penting untuk kesehatan otak," ujar Dr. Yasuhara Tabara, associate professor kedokteran genomik dari Kyoto University Jepang yang membuat penelitian tersebut.

Tahun sebeumnya Medical Research Council menemukan orang-orang berusia 53 tahun yang mampu berdiri dengan satu kaki selama 10 detik dengan mata tertutup ditemukan lebih fit dan sehat dalam 13 tahun. Mereka yang hanya mampu menahan berdiri dengan satu kaki selama dua detik ternyata tiga kali cenderung lebih besar untuk meninggal sebelum usia 66 tahun.

Rasa keseimbangan kita bergantung pada tiga jenis informasi. Informasi pertama adalah visual, apa yang ditangkap mata di sekitar diri kita dan di mana kita berada. Informasi itu masuk ke otak lewat saraf penglihatan.

Ada pula informasi dan persendian dan otot. Ketika menekuk atau meregang, sensor khusus yang disebut proprioceptor mengirim sinyal ke otak. "Proprioception adalah cara tubuh mengetahui sedang berada di mana dalam suasana apa pun tanpa melihatnya," kata dokter ahli telinga, hidung dan tenggorokan dari St George's Hospital London Dr. David Selvadurai.

Informasi ketiga berasal dari bagian dalam telinga di mana ada saluran mungil yang disebut kanal semi-sirkular berisi cairan yang bergerak ketika kepala bergerak. Sel-sel yang ada di dinding saluran itu mendeteksi gerakan cairan dan berkomunikasi ke otak lewat saraf vestibulocochlear, jalur untuk pendengaran dan keseimbangan.

"Kita cenderung mengabaikan keseimbangan," ujar Dr. Barry Seemungal, konsultan neurologi dari St Mary's dan Charing Cross Hospital, London. "Berjalan menjadi tugas sulit padahal mudah karena otak kita mampu berkoordinasi dengan cepat ke otot dan membiarkan kita melangkah tanpa terjatuh," katanya.

Kesulitan untuk berdiri seimbang terjadi ketika ada masalah dengan pengiriman informasi ke otak. Misalnya terjadi infeksi di bagian dalam telinga seperti labyrinthitis yang merusak keseimbangan karena umpan dari kedua telinga berbeda.

Keseimbangan tubuh juga memburuk ketika usia bertambah tua, mirip dengan memburuknya penglihatan. "Input dari sendi dan otot juga kurang dapat diandalkan ketika proprioceptor mulai terganggu penyakit seperti artritis," kata Selvadurai. Penuaan juga mengurangi sel di dalam bagian telinga yang mendeteksi gerakan.

Salah satu tanda keseimbangan kita kurang bagus adalah ketika kita kesulitan berjalan di permukaan tak rata seperti jalan berbatu, merasa tak stabil ketika bangun di tengah malam untuk pergi ke toilet. Penyebabnya, sistem keseimbangan kita tak dapat mengandalkan input visual dalam kegelapan.